indoposonline.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membantu pencarian pencarian kapal selam TNI AL KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) di perairan laut bagian utara Provinsi Bali.
Untuk membantu operasi pencarian kapal itu, alat magnetometer milik BPPT dipinjamkan dan sudah dipasang di KN SAR Arjuna milik Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) untuk mendeteksi anomali intensitas magnetik dalam proses pencarian kapal selam di perairan laut.
“Magnetometer itu digunakan bisa menangkap anomali intensitas magnetik yang cukup kuat,” kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Djoko Nugroho saat dihubungi ANTARA, Jakarta, Jumat.
Selain itu, juga ada satu tenaga ahli BPPT yang langsung berada di kapal untuk mengoperasikan alat magnetometer.
“Yang penting sensor atau peralatan magnetometer ini memang setelah ditangkap setelah dikumpulkan datanya kemudian langsung diolah sehingga menjadi suatu informasi saya kira memang butuh keahlian khusus,” tuturnya.
