Hal ini sebagai upaya untuk menjaga kebutuhan kantung darah di Jakarta agar aman. “Kita tidak berharap jika ada orang yang sakit, operasi, bersalin membutuhkan darah tetapi tidak ada darah, kita repot, yang tanggung jawab PMI. Maka kita lakukan kegiatan seperti ini sehingga stok darah Jakarta aman,” tutupnya. (msb/ibl)
