Jenderal Bintang Dua tersebut juga mengatakan dalam satu pekan terakhir saat diberlakukan larangan mudik, ada 100-200 ribu orang yang nekat keluar Jakarta. “Itu puncaknya terjadi satu Minggu terakhir, rekan-rekan media juga bisa melihat di mana sekitar 100 sampai 200 ribu masyarakat yang tetap nekat untuk pulang,” jelas Kapolda dikutip tribratanews.
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro, dan Pangdam Jaya telah rapat antisipasi arus balik. Langkah yang diambil adalah melakukan tes Covid-19 secara acak di pintu masuk Jakarta. Hingga memantau pemudik yang kembali di tingkat RT dan RW. “Ini barangkali rekan-rekan , mengapa kita mengambil langkah-langkah pencegahan berbasis komunitas untuk mengefektifkan 3T, testing dan tracing. Mudah-mudahan kondisi Covid-19 terkendali di Jakarta dengan antisipasi dini, bisa kita terus jaga bersama,” jelas Kapolda. (tim)

