Selama beroperasi, pemilik kafe tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Kami tetap menjalankan prokes sesuai aturan pemerintah Pak,” akunya.
Subekti menjelaskan, seperti membangun bisnis baru pada umumnya, pada bulan pertama beroperasi, pengunjung perhari bisa dihitung dengan jari.
“Dalam bisnis kuliner seperti ini, tantangan utamanya adalah mencari pelanggan. Kita benar-benar merintis dari nol. Pas baru buka sempat ngalamin sepi. Sehari cuma dapat sekian tamu,” ungkap Subekti saat berbincang pada Jumat (8/5/2021) malam.
Subekti sendiri saat ini masih menjadi mahasiswa jurusan perhotelan di salah satu universitas di Jakarta.
Dia menyebut, keinginannya untuk terjun ke dunia bisnis untuk mengimplementasikan ilmu yang dia dapatkan dari bangku kuliah.
“Ibaratnya, sambil kuliah mendapatkan teori di kampus, di sini saya praktik langsung,” ujarnya.
Meski sempat sepi di awal beroperasi, Subekti dan Delfi pantang putus asa.
Keduanya mencoba terus memperkenalkan kafe itu ke kalangan luas dengan menerapkan berbagai strategi promosi.
