“Kunci kemenangan kami hari ini lebih ke bermain sabar untuk mengadu pukulan saja karena bola di sini lumayan berat. Jadi lawan juga tidak gampang dimatikan,” ujarnya lagi.
Zacha/Bela memulai laga dengan alot, kejar-mengejar poin terjadi di gim pertama sebelum mereka akhirnya unggul 21-18. Berbeda di gim kedua, Zacha/Bela langsung mendominasi permainan dengan unggul 11-0 di interval sebelum menutup laga 21-10.
“Bedanya di gim pertama kita masih mencoba membongkar pertahanan lawan agar mereka tidak berkembang. Tetapi kami juga banyak melakukan kesalahan, jadi poinnya ramai terus. Pas di gim kedua kita bisa mengembalikan polanya, jadi lebih banyak mengontrol tempo permainan dan lawan jadi lebih terkuras tenaganya dan itu berhasil,” ungkap Zacha.
Usai juara di Indonesia International Challenge 2019 dan tampil menawan di Orleans Masters 2021 lalu, Zacha/Bela saat ini mendapat ekspektasi dan harapan yang besar dari publik Indonesia. Menurut mereka hal itu menjadi motivasi tersendiri.
“Kami pasti mau all out di setiap kesempatan. Kalau harapan publik tinggi kepada kami, kami tidak mau jadikan itu beban. Kami jadikan itu motivasi saja. Berusaha se-enjoy mungkin dalam bertanding,” sebut Zacha.
