Prediksi Prancis vs Jerman: Duel Kelas Berat

timnas prancis
Asisten pelatin timnas Prancis Guy Stephan (kiri) bersama para pemain Les Bleus dalam sesi latihan di Allianz Arena di Muenchen pada 14 Juni 2021 menjelang pertandingan Grup F EURO 2020 melawan Jerman. (AFP/FRANCK FIFE)

indoposonline.id – Pertemuan Prancis yang juara Eropa dua kali dan juara dunia dua kali, dengan Jerman yang juara Eropa tiga kali dan juara dunia empat kali, dalam pertandingan Grup F Euro 2020 ini adalah pertemuan kelas berat yang terlalu dini terjadi.

Nasib mengharuskan mereka harus satu saling menghancurkan sejak awal karena berada dalam satu grup yang juga dihuni juara bertahan Piala Eropa Portugal.

Peserta keempat dalam grup ini, Hungaria, juga bukan kontestan sembarangan. Negeri ini sudah dua kali runner-up Piala Dunia dan pada Euro 2016 memuncaki fase grup yang juga dihuni Portugal.

Pertemuan ini juga sarat dengan ambisi pribadi pelatih-pelatihnya di mana pelatih Prancis Didier Deschamps berambisi menjadi orang pertama yang menjadi juara dunia dan juara Eropa baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.

Sedangkan Joachim Loew ingin mewariskan lagi landmark bagi Jerman yang spesialis turnamen setelah babak belur dalam Piala Dunia 2018 dan sebelum dia mengakhiri era kepelatihannya yang sekali sukses mengantarkan Jerman juara dunia.

Sekalipun pertandingan pembuka bukan yang paling menentukan, baik Deschamps maupun Loew menganggap pertemuan di Stadion Allianz di Muenchen Rabu dini hari pukul 02.00 WIB itu adalah soal martabat.

Prancis melewati pertandingan pertama Piala Dunia 2018 dengan susah payah mengalahkan Australia 2-1 sebelum menjuarai turnamen ini. Itu melawan Australia, tapi yang ini Jerman. Ada ambisi di sana sekalipun Deschamps menyembunyikannya.

“Realita bahwa pertandingan pertama memang penting tapi bukan berarti menentukan,” kata Deschamps seperti dikutip Reuters. “Kualitas lawan yang kami hadapi besok mengubah pertandingan itu menjadi pertemuan yang fantastis. Kami adalah dua tim terbaik di Eropa, ini soal siapa yang klinis dan memanfaatkan peluang.”

Jerman sendiri, yang untuk pertama kali dalam sejarah sepakbolanya tersingkir dalam fase grup turnamen besar pada Piala Dunia 2018 di Rusia, tak mau dianggap sebelah mata.

Jerman yang seperti Prancis menerobos putaran final Euro 2020 dengan status juara grup kualifikasi ini tak mau kegagalan dalam Piala Dunia tiga tahun lalu menjadi barometer untuk timnya saat ini sekalipun masih dilatih Loew.

“Kami tahu Prancis sukses dalam beberapa tahun terakhir. Tapi kami masih merupakan tim yang sangat bagus yang akan tidak nyaman untuk dihadapi,” tandas kapten dan penjaga gawang Jerman Manuel Neuer. “Kami menaruh hormat kepada mereka tetapi kami tidak menganggap diri underdog. Kami ingin memenangkan pertandingan ini di sini di Muenchen.”

Ya, penonton adalah faktor tambahan yang penting yang tidak dimiliki Prancis walaupun Stadion Allianz hanya membolehkan masuk 14.000 penonton.

Tetapi, kecuali Thomas Mueller dan Mats Hummels serta Neuer, skuad Jerman yang ini memang belum seteruji skuad Prancis yang difavoritkan juara. Skuad Prancis dihuni oleh sebagian besar pemain yang masih segar merasakan trofi Piala Dunia bahkan kini ditambah Karim Benzema yang akan membentuk trisula maut bersama Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.

Jerman sekali lagi menolak pandangan kefamiliaran skuad dengan turnamen besar sebagai faktor besar. “Yang akan menjadi penting esok nanti itu adalah melakukan apa yang sudah ditunjukkan tim dalam 14 hari terakhi,” tandas gelandang Jonas Hofmann.

SUSUNAN PEMAIN

Prancis: Hugo Lloris; Benjamin Pavard, Raphael Varane, Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez; Paul Pogba, N’Golo Kante, Adrien Rabiot; Antoine Griezmann, Karim Benzema, Kylian Mbappe

Jerman: Manuel Neuer; Matthias Ginter, Mats Hummels, Antonio Rudiger; Joshua Kimmich, Ilkay Gundoğan, Toni Kroos, Robin Gosens; Kai Havertz, Thomas Mueller, Seger Gnabry

 

(bam)