“Namun setelah 6 Juni 2021, IWF terus menyesuaikan poin poin setiap lifter, dan akhirnya Rahmat bisa menjadi wakil Asia bersama China, Jepang, Korea Selatan untuk Olimpiade Tokyo,” ujar Hadi sebagaimana dilansir Antara.
Selain itu, menurut Hadi, Rahmat Erwin juga cukup diuntungkan dengan posisi itu setelah lifter Kolombia disanksi larangan bertanding di Olimpiade Tokyo karena kasus doping.
Kondisi serupa juga terjadi pada Nurul Akmal yang hingga akhir 2020 masih berada di posisi ke-14 dunia. Namun ia kemudian berhasil masuk enam besar dunia setelah mengikuti beberapa turnamen kualifikasi pada tahun ini.
Menurut keterangan IWF, daftar peringkat yang telah dirilis tersebut belum final hingga seluruh proses antidoping selesai.
“IWF telah membuat keputusan sangat cermat karena memperhatikan kondisi lifter khususnya lift clean dan lifter harus bebas dari doping,” tutup Hadi.
Menanggapi kesuksesan ini Ketua Umum National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari sangat mengapresiasi pencapaian ini. Pria yang juga seorang pengusaha dan promotor itu menunjukkan rasa puasnya dengan kerja keras yang ditunjukkan oleh PB PABSI.
