Digitalisasi bisnis yang dilakukan Ambar mulai menuai hasil. Menurutnya, saat ini mulai banyak pesanan datang dari luar kawasan Jabodetabek. Tak jarang juga pembeli batik buatan Ambar dari daerah-daerah yang jauh mengaku tahu produknya dari dunia maya.
“Kami pelan-pelan belajar melakukan pemasaran secara digital. Meski pandemi, permintaan batik selalu saja ada. Bahkan para wisatawan dan penggemar batik banyak yang berkunjung ke galeri untuk sekedar belajar atau melihat proses membatik,” tutur Ambar.
Ambar mengaku sangat terbantu dengan pelatihan digital dan pendampingan yang didapat dari Rumah BUMN Telkom. Berkat bantuan itu, roda bisnis Batik Puri Ambary dapat tetap berputar selama pandemi. Hal ini terjadi karena pasar batik buatan Ambar sudah meluas sebagai akibat dari gerakan-gerakan yang dilakukan di dunia maya.
Keberhasilan Ambar mempertahankan bisnisnya selama pandemi, dan memperluas pasar melalui jaringan daring, menjadi bukti pentingnya transformasi digital dilakukan UMKM saat ini. Pelaku UMKM tak perlu khawatir akan kesulitan melakukan transformasi bisnis dan go digital, karena ada Telkom yang siap membantu menghubungkan para pelaku UMKM dengan pembeli dari berbagai daerah serta negara. (ydh)
