Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Sangat Mudah Menyebar, WHO Ketakutan Hadapi COVID-19 Varian Lambda
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Sangat Mudah Menyebar, WHO Ketakutan Hadapi COVID-19 Varian Lambda
HeadlineIndex beritaNasional

Sangat Mudah Menyebar, WHO Ketakutan Hadapi COVID-19 Varian Lambda

Iqbal
Iqbal Published 08 Jul 2021, 06:00
Share
3 Min Read
Norovirus 300x300 OKEH 1
Varian Lambda memiliki mutasi yang dikenal sebagai F490S yang terletak di domain pengikat reseptor (RBD) protein lonjakan, tempat virus pertama kali berlabuh ke sel manusia. Foto: Ist
SHARE

indoposonline.id – Dunia kembali digemparkan dengan kehadiran varian baru dari COVID-19. Namanya, varian Lambda. Varian ini membawa sejumlah mutasi yang berpotensi membantu penyebarannya lebih mudah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menjelaskan, varian Lambda juga dikenal sebagai C.37. Varian ini pertama kali terdeteksi di Peru pada Agustus 2020. Setahun kemudian, yakni 14 Juni 2021, WHO menetapkan C.37 sebagai “varian minat” global, atau VOI, dan menamakannya Lambda.
VOI berarti varian tersebut semakin muncul di masyarakat dan memiliki mutasi yang diperkirakan memiliki beberapa efek pada karakteristik virus, seperti peningkatan penularan. Sebaliknya, para pejabat menggunakan istilah “varian perhatian” atau VOC, setelah data yang dapat diandalkan menunjukkan varian tersebut telah meningkatkan transmisibilitas seperti yang terlihat pada varian Delta.
Sejauh ini Lambda telah terdeteksi di 29 negara, dengan tingkat penyebaran yang tinggi di negara-negara Amerika Selatan. Dalam beberapa bulan terakhir, varian Lambda terdeteksi pada 81% kasus COVID-19 di Peru yang menjalani sekuensing genetik, menurut WHO. Dan di Chili, varian itu terdeteksi pada sekitar sepertiga kasus di sana.
Baru-baru ini, varian tersebut muncul di Inggris Raya. Pada 25 Juni, Public Health England melaporkan enam kasus varian Lambda, yang semuanya terkait dengan perjalanan ke luar negeri.
Pejabat sedang memantau varian Lambda karena membawa sejumlah mutasi yang berpotensi membantu penyebarannya. Varian ini memiliki tujuh mutasi pada “protein lonjakan” virus dibandingkan strain asli SARS-CoV-2 yang terdeteksi di Wuhan, China.
“Beberapa dari mutasi ini berpotensi meningkatkan penularan virus atau mengurangi kemampuan antibodi tertentu untuk menetralisir, atau menonaktifkan virus,” menurut WHO.
Misalnya, Lambda memiliki mutasi yang dikenal sebagai F490S yang terletak di domain pengikat reseptor (RBD) protein lonjakan, tempat virus pertama kali berlabuh ke sel manusia. Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Genomics edisi Juli mengidentifikasi F490S sebagai kemungkinan “mutasi lolos dari vaksin” yang dapat membuat virus lebih menular. Juga mengganggu kemampuan antibodi yang dihasilkan vaksin untuk mengenali variannya.
Namun, efek ini bersifat teoretis pada saat ini. “Saat ini tidak ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau membuat vaksin yang saat ini digunakan menjadi kurang efektif,” ungkap Public Health England. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk melihat apakah mutasi ini benar-benar memengaruhi perilaku virus.

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: covid-19 varian lambda, mutasi virus, PPKM Darurat
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Kejagung1 Uang Korupsi Askrindo Mitra Utama Diduga Dipakai Bancakan Gathering ke Luar Negeri
Next Article disway Gereja At Thohir

TERPOPULER

TERPOPULER
Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Ekonomi

Kinerja Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Berlanjutnya Ketidakpastian Kondisi Global

Jabodetabek
Banjir Rendam 7 Desa di Bogor, 346 KK Terdampak
05 May 2026, 19:07
HeadlineOlahraga
Borneo FC Nyaris Kudeta Persib di Puncak Klasemen usai Hajar Persita 2-0
06 May 2026, 06:10
Headline
4 Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Beban Kerja, Legislator Minta Investigasi
05 May 2026, 21:45
News
Jadi Program Unggulan, Nelayan Butuh Dukungan Asuransi
06 May 2026, 05:37
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?