Bangkit di Tengah Pandemi, Istaka Karya Pastikan Garap Sejumlah Proyek Baru

Proyek Rekonstruksi dan Penanganan Lereng Tawaeli - Nupabomba - Kebonkopi Toboli Ill (MYC) yang digarap oleh PT Istaka Karya (Persero). (istimewa/dok. Istaka Karya)
Proyek Rekonstruksi dan Penanganan Lereng Tawaeli - Nupabomba - Kebonkopi Toboli Ill (MYC) yang digarap oleh PT Istaka Karya (Persero). (istimewa/dok. Istaka Karya)

IPOL.ID – Istaka Karya dipastikan akan menanganai sejumlah proyek infrastruktur baru pada 2021 ini. Meski masih didera pandemi, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut yakin dengan strategi baru, Istaka bisa bangkit dan bersaing dengan BUMN konstruksi lainnya.

Kepada Ipol.id, Direktur Utama PT Istaka Karya (Persero) Sigit Winarto mengakui bahwa persaingan semakin ketat. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini. “Kue pembangunan semakin kecil, tingkat persaingan semakin ketat, karena (perusahaan -red) yang besar-besar juga butuh kontrak, butuh hidup,” ujarnya.

Menyikapi kondisi saat ini, Sigit mengungkapkan, salah satu strategi yang diterapkan Istaka Karya adalah pemilihan pasar yang jeli. “Untuk mendapatkan proyek baru, betul-betul selective market, yang kita yakin memang sesuai kapasitas Istaka.” tambahnya.

Sigit mengatakan, dengan keahlian yang dimiliki, tempat Istaka adalah di infrastruktur Indonesia. “Jalan raya, jalan tol, jembatan, dermaga, bangunan-bangunan non-high rise, kita fokus di situ.” tegasnya.

Proyek Design and Build Pekerjaan Penyiapan Infrastruktur Dasar dan Fasilitas Umum Penunjang Pariwisata di Pelabuhan Benoa PT. Pelabuhan Indonesia III. (istimewa/dok. Istaka Karya)
Proyek Design and Build Pekerjaan Penyiapan Infrastruktur Dasar dan Fasilitas Umum Penunjang Pariwisata di Pelabuhan Benoa PT. Pelabuhan Indonesia III. (istimewa/dok. Istaka Karya)

Strategi lain menurut Sigit yang juga dijalankan Istaka ialah dengan membangun sinergi bersama perusahaan-perusahaan pengembang lokal yang memiliki sumber daya dan mampu bekerja dengan baik.

“Kami mengajak seluruh pihak seperti BUMN, swasta nasional, dan swasta lokal untuk seiring sejalan, bekerja sama agar proyeknya bisa sukses dan mendapat manfaat,” imbuh Sigit.

Istaka sendiri kini tengah mengerjakan beberapa proyek nasional. Salah satu yang hampir rampung adalah pembangunan pelabuhan di Benoa. Selain itu, sejumlah proyek antara lain pembangunan gedung kantor, pembangkit listrik, dan gedung sekolah, dipastikan akan segera dikerjakan.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Istaka Karya (Persero), Sunanto juga tak menampik bahwa pandemi memang berdampak sangat luar biasa terhadap Istaka. Saat dihubungi via telepon oleh Ipol.id, pria yang akrab disapa Cak Nanto ini menyebut pekerjaan konstruksi pada dua tahun belakangan ini dialihkan ke penanganan Covid-19.

Proyek pembangunan jalur KA Bandara New Yogyakarta International Airport KM 507+600 hingga KM 507+680 dan KM 0+000 sd KM 1+435 (istimewa/dok. Istaka karya)
Proyek pembangunan jalur KA Bandara New Yogyakarta International Airport KM 507+600 hingga KM 507+680 dan KM 0+000 sd KM 1+435 (istimewa/dok. Istaka karya)

Senada dengan Sigit, Cak Nanto mengatakan akibat dari berkurangnya pekerjaan infrastruktur, persaingan semakin ketat. Perusahaan BUMN konstruksi yang besar juga ikut bersaing di tender-tender yang kecil.

“Sangat merepotkan. Karena tadinya ada pembagian peran dimana yang besar ikut tender yang besar, tender yang kecil untuk BUMN yang kecil. Sehingga persaingan sedikit. Tetapi di masa pandemi, semuanya mencari pekerjaan itu,” paparnya.

Terhitung enam bulan sejak diutus menjadi Komisaris Utama merangkap Komisarls Independen di Istaka Karya, Sunanto telah mengambil langkah merapikan manajemen internal perusahaan.

“Cash flow, kewajiban terhadap karyawan, alhamdulillah, selama saya di sini, bisa dipastikan hampir selesai tanggungan kepada karyawan. Manajemen tingggal mencari pekerjaan, menambah kepercayaan para pemegang saham untuk diberikan pekerjaan ini,” jelas Cak Nanto.

Selain itu, Sunanto menambahkan, perusahaan memastikan semua aktivitas pekerjaan yang sudah dimenangkan selesai tepat waktu dengan kualitas sesuai spesifikasi sesusai kontrak yang tertera, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap Istaka Karya.

Terkait homologasi, Sunanto menyatakan telah meminta para pemegang saham untuk membantu penyelesaiannya yang mana sebagian harus diselesaikan pada tahun 2021 ini.

Istaka Karya berupaya sangat serius untuk bisa bangkit. “Menurut pengamatan dan penilaian saya, masih dianggap bisa bersaing dan memiliki sumber daya yang sangat mumpuni. Maka sangat mengecewakan jika istaka dibiarkan begitu saja,” pungkasnya penuh harap. (rian)

Artikulli paraprakPolisi Panongan Amankan Kegiatan Vaksin Covid-19 Tahap 2
Artikulli tjetërPengrov PJSI Jabar: Munas PJSI Virtual Cederai Demokrasi Organisasi