Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Peringatan Dini BMKG, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Bersamaan Angin Kencang
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Peringatan Dini BMKG, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Bersamaan Angin Kencang
Nusantara

Peringatan Dini BMKG, Aceh Berpotensi Hujan Lebat Bersamaan Angin Kencang

Timur
Timur Published 11 Aug 2021, 20:30
Share
5 Min Read
IMG 20210810 WA0147
SHARE

indoposonline.id – Berdasarkan peringatan dini cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (11/8/2021) hari ini, wilayah Aceh masih berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi. Terpantau pada peringatan dini cuaca, wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada hari ini,” ujar Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Rabu (11/8/2021).

Setelah sebelumnya banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya, Provinsi Aceh, pada Selasa (10/8/2021). Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air sungai di wilayah tersebut meluap. BNPB menerima laporan tidak ada korban jiwa akibat kejadian banjir di dua kabupaten ini.

Di wilayah Aceh Besar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan banjir terjadi pada Selasa (10/8), pukul 15.15 waktu setempat atau WIB. Hujan deras memicu debit air Sungai Krung Kala dan Krung Pudeng meluap. Ketinggian muka air bervariasi antara 20 – 60 cm saat banjir terjadi. Di samping itu, BPBD juga menginformasikan adanya tanah longsor di beberapa titik yang dipicu oleh hujan tersebut.

Baca Juga

naskah kuno
PNRI Selamatkan Ratusan Naskah Kuno Aceh dari Ancaman Kerusakan Pasca-Banjir
Metrologi Jadi Fondasi Kepercayaan Kebijakan Publik di Tengah Hilirisasi dan Ekonomi Digital
Hujan Berpotensi Basahi Jaksel dan Jaktim Sore Hari

Pantauan BPBD Kabupaten Aceh Besar menyebutkan banjir melanda beberapa gampong atau desa di tiga kecamatan. Gampong yang terdampak yaitu Gampong Pudeng, Krung Kala dan Geunteut di Kecamatan Lhoong, Gampong Meulingge dan Rino di Pulo Aceh, serta Gampong Lambaro Neujid di Peukan Bada.

Tim reaksi cepat (TRC) BPBD telah menyiagakan seluruh personel di setiap pos untuk terus memantau kondisi dan situasi terkini wilayah Aceh Besar, serta melaporkan kembali jika ada perkembangan selanjutnya. Di pihak lain, petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Lhoong telah melakukan evakuasi korban banjir di Gampong Pudeng menuju titik aman.

Pasca banjir tersebut, pihak BPBD masih melakukan pendataan dampak kerusakan dan kerugian di lokasi kejadian. Penanganan banjir di wilayah itu melibatkan tidak hanya BPBD dan petugas pemadam kebakaran, tetapi juga TNI, Polri, Muspika serta instansi terkait lain di setiap wilayah.

Menghadapi potensi hujan di wilayahnya, BPBD Kabupaten Aceh Besar telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, siaga dan waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca saat ini maupun potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

Catatan dampak banjir BPBD menyebutkan sebanyak 117 KK atau 412 jiwa mengungsi ke tempat aman. Mereka berasal dari Gampong Pudeng dengan 107 KK (358 jiwa), yang mengungsi ke beberapa titik yang berada di jalan raya lintas Banda Aceh – Calang, dan Gampong Lambaro Neujid sebanyak 10 KK (54 jiwa), yang mengungsi ke balai warga. Terkait dengan pemukiman terdampak, BPBD masih melakukan pendataan.

Dampak tanah longsor teridentifikasi di beberapa titik, seperti di wilayah Gunung Paro dan jalan lintas Banda Aceh – Meulaboh serta dua titik di jalan lintas Desa Gampong Meulingge dan Gampong Rinon di Kecamatan Pulau Aceh.

Sedangkan banjir di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, terjadi pada hari yang sama, Selasa (10/8/2021), sekitar pukul 20.00 WIB. Kejadian itu juga dipicu oleh hujan berintensitas tinggi sehingga debit air sungai di beberapa kecamatan meluap. BPBD Kabupaten Aceh Jaya menginformasikan sejumlah gampong terdampak di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Jaya, Daruh Hikmah dan Sampoiniet.

WhatsApp Image 2021 08 11 at 17.45.09 1 1
BPBD memantau ketinggian muka air berkisar 20 – 200 cm ketika banjir terjadi. Informasi terkini pada Rabu (11/8/2021) pagi tadi dari BPBD Kabupaten Aceh Jaya menyebutkan genangan air berangsur surut. Namun, catatan BPBD menggarisbawahi, apabila hujan lebat terjadi lagi diprediksikan adanya potensi banjir susulan.

Saat ini, warga yang sempat mengungsi di meunasah setempat sudah kembali ke rumah masing-masing. Adapun warga yang terdampak berjumlah 165 KK atau 675 jiwa, yang sebelumnya ditampung di masjid dan Meunasah wilayah itu.

Sejurus BPBD setempat segera melakukan upaya penanganan darurat bencana, seperti evakuasi warga, kaji cepat dan berkoordinasi dengan dinas terkait serta aparat di tingkat kecamatan dan gampong. Data sementara BPBD Kabupaten Aceh Jaya mencatat sebanyak 685 rumah warga terdampak banjir malam itu.

Berikut ini sejumlah gampong terdampak banjir yang terjadi Selasa lalu, Gampong Meudheun, Gle Putoh dan Sapek di Kecamatan Jaya, Gampong Masen, Babah Dua, Baro L, Lam Tengoh, Panton Krueng, Ujong Rimba, Gunong Cut, Sayeung, Alue Gajah dan Paya Santeut di Kecamatan Hikmah, serta Gampong Alue Gro, Seumantok, Ligan, Krung Ayon, Cot Punti, Ranto Sabon dan Le Jereungeh di Kecamatan Sampoiniet. (ibl)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Aceh, Banjir, bmkg, Hujan, tergenang
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article shin tae-yong Yuk Simak! Komentar Shin Tae-yong Pasca Ditinggal Tiga Asistennya
Next Article WhatsApp Image 2021 08 10 at 12.07.19 Sofa Terbakar Menyambar Seisi Rumah, Pemilik Rugi Rp250 Juta

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260524 WA0088
HeadlineNews

Ramalan Zodiak Pekan Ini 24–31 Mei 2026: Ada Kabar Mengejutkan soal Cinta dan Rezeki

Olahraga
Hydroplus Soccer League Surabaya 2026: Tigers Football Academy dan Arema FC Women Berbagi Gelar di Dua Kategori Umur
24 May 2026, 08:43
Hukum
Kuasa Hukum Protes Keras Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Milik PT PMM
24 May 2026, 20:33
Olahraga
5000 Pelari Ramaikan Starbucks Run 2026 di GBK
24 May 2026, 12:08
Olahraga
Bintang Muda Sepak Bola Putri Bersinar dari Dua Kota Kudus & Malang
24 May 2026, 19:04
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?