Penurunan pendapatan disebabkan bisnis perseroan terdampak oleh pandemi. Segmen manajemen klub komersial yang tahun lalu mencetak Rp 36,94 miliar, pada semester I-2021 ini hanya mencatatkan Rp 7,30 miliar. Beruntung segmen anyar yaitu video streaming dapat menambal pemasukan hingga Rp 17,22 miliar.
Adapun pemasukan dari pihak berelasi menyumbang Rp 1,8 miliar dari total pemasukan perseroan.
Meskipun pendapatan terkoreksi, BOLA masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp 72,09 miliar. Jumlah itu bahkan melampaui total pendapatan semester I-2021.
Adapun, pos pendapatan keuangan menyumbang pemasukan hingga Rp 111,50 miliar. Hal ini membuat BOLA mampu mengubah posisi rugi bersih pada tahun lalu Rp 12,18 miliar.
Sementara, total aset BOLA mencapai Rp 619 miliar dengan total liabilitas Rp 79,23 miliar.
Sebelumnya, Direktur Utama Bali Bintang Sejahtera Yabes Tanuri mengatakan, perseroan tak hanya bertumpu pada segmen sepakbola sebagai penopang usaha perusahaan. BOLA saat ini tengah mengembangkan dan menjajaki revenue stream di bisnis sport and entertainment berbasis konten dan teknologi.
