Saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/9), karyawan toko martabak Supani, 31, mengaku mengalami langsung perampokan tersebut. Menurut dia, saat kejadian toko telah tutup.
Namun, pintu toko masih setengah terbuka usai kelar merapikan dan seraya menunggu salah satu karyawan pulang belanja dari pasar.
“Saya sedang duduk main HP. Terus ada empat orang, usia Anak Baru Gede (ABG) masuk langsung merebut HP,” ungkap Supani.
Supani juga mengaku diancam dengan celurit. Dia menyebut, terdapat pelaku yang membawa senjata mirip pistol. “Pelaku masuk lalu teman saya digiring keluar dari belakang,” katannya.
Menurut Supani, total pelaku ada 8 orang. Sebanyak 4 orang masuk ke dalam toko. Adapun, 4 pelaku lainnya menunggu di sepeda motor. Saat kejadian lingkungan sekitar sepi dari warga.
Supani mengungkapkan, selain hp miliknya, ada 2 hp karyawan lain yang digasak para perampok. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 juta.
Usai merampok, kawanan pelaku kabur. “Alhamdulillah tidak ada yang luka. Saya teriak begal-begal, maling, dan mereka kabur,” timpal Supani.

