Sejumlah peluang berhasil didapatkan Arema FC, seperti Carlos Fortes pada menit ke-37 dan menit akhir babak pertama. Namun, hingga babak pertama berakhir, tak ada gol tambahan dan Arema FC menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 atas Persiraja.
Arema FC memulai babak kedua dengan agresivitas yang cukup tinggi setelah berhasil unggul 1-0 pada babak pertama. Hasilnya, hanya dalam kurun waktu 11 menit sejak babak kedua dimulai, Singo Edan berhasil menggandakan keunggulan.
Carlos Fortes kembali memperlihatkan ketajamannya. Beradu sprint dengan pemain bertahan Persiraja, pemain asal Portugal itu melepas tembakan keras yang tak bisa dijangkau oleh Quba. Keunggulan 2-0 membuat Arema FC bisa bermain lebih tenang.
Unggul dua gol, Eduardo Almeida pun menarik keluar kedua pencetak gol timnya itu dan memasukkan Jayus Hariono dan Tito Hamzah untuk menyegarkan skuad di lapangan.
Jelang laga berakhir, kartu merah keluar dari kantong wasit, Sance Lawita. Dia mengganjar kartu merah untuk Shori Murata yang sudah diganti dan ada di bench. Kartu itu diberikan karena dia tak memakai baju di pinggir lapangan.
