Melansir data yang dirilis oleh CNBC Indonesia, Bank Banten tercatat sebagai BPD dengan pertumbuhan aset terbesar kedua setelah Bank NTT sebesar 28,11 persen. Bahkan berdasarkan laporan keuangan September 2021 (unaudited), Bank Banten mencatat Aset tumbuh Rp1,56 triliun, dari Rp5,66 triliun per April 2021 (saat masih BDPK) menjadi Rp7,22 triliun per September 2021.
“Peningkatan aset yang signifikan ini merupakan hasil dari akselerasi bisnis perusahaan. Semua pihak berkomitmen untuk meningkatkan laju kinerja sehingga target untuk meraih laba dapat diraih. Bank Banten akan terus membenahi berbagai aspek internal yang merupakan bagian dari penyehatan Perusahaan, termasuk pembebanan biaya yang ditunda dan menjadi beban operasional tahun ini. Sehingga manajemen akan terus melakukan perhitungan secara ketat dan akurat mengenai amortisasi biaya sehingga tidak mengganggu pemupukan pendapatan operasional perusahaan,” pungkas Agus.
Sementara, Kepala Biro Ekbang Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, mengapresiasi peningkatan performa bank kebanggaan masyarakat Banten tersebut. “Alhamdulillah, kami melihat hingga kini Bank Banten bisa terus meningkatkan performa usaha. Target meraih laba dan memberikan tambahan PAD bagi Pemprov Banten, Insya Allah dapat segera tercapai. Kami di Pemprov Banten akan selalu mendukung upaya penyehatan performa bisnis Bank Banten,”ucapnya. (mul)
