IPOL.ID – Varian pandemi Omicron sudah tersebar ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Virus ini disebut sangat berbahaya dan lebih cepat penyebarannya, ketimbang varian yang sebelumnya. Berbagai cara pun terus digalakkan pemerintah agar varian tersebut tidak semakin meluas.
Dalam keterangannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan tiga prinsip untuk menghadapi varian baru pandemi Omicron. Ketiga prinsip itu, yakni menegakkan protokol kesehatan (prokes), melakukan tracking dan tracing, serta mempercepat vaksinasi.
“Maka kita prinsip (untuk melakukan) penegakan prokes, kemudian sekali lagi tracking dan tracing, dan yang terakhir adalah percepatan vaksinasi,” katanya dalam keterangan pers usai Rapat Koordinasi Percepatan Vaksinasi di Auditorium Pendopo Gubernur Sumatera Barat, Jumat (17/12).
Tito menambahkan, Satgas Covid-19 di daerah nantinya menggunakan metode Spike Gene Target Failure (SGTF) dan juga mesin Whole Genome Sequences (WGS) untuk mengkonfirmasi pasien apakah benar terkena Omicron atau bukan.
