“Kegiatan bisnis PTBA semuanya hampir berada di Lawang Kidul. Bentuk
kepedulian sosial ini harus dilatarbelakangi secara filosofi dan pemahaman secara
mendasar. memanage kepedulian sosial harus dari hati, jangan sampai masih ada yang
miskin di sekitar tambang kita,” tambah Eko dalam siaran persnya.
Unsur governance yang paling esensial adalah integritas. Suryo mengatakan soal
integritas ini selalu ditekankan berkali-kali dalam setiap kegiatan.
Berbicara terkait ESG, kata Suryo, juga berkaitan dengan sustainability, yaitu
sustanibility terhadap lingkungan, sustainability terhadap kehidupan sosial sekitar kita
dan sustainability terhadap bisnis perusahaan dimana sistem ESG ini hanya sebuah
langkah untuk menuju 3 sustanability tersebut.
Pada agenda ini juga diisi dengan Sharing Session terkait kilas balik ESG 2021 dan
Outlook ESG 2022, Paparan terkait Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)
oleh Satuan Kerja CSR, Paparan terkait Program Pengentasan Kemiskinan oleh Tim
Pengentasan Kemiskinan, Paparan terkait Risiko Korporat dan Workshop Penyusunan
Kertas Kerja ESG Stock Code mengacu pada Program Kerja RKAP 2021, Program
Kerja 2022 dan rencana 5 tahun kedepan. (irm/tim)

