“Jelas bahwa upaya-upaya pengelolaan sampah yang dilakukan menjadi bagian penting dari upaya menurunkan emisi GRK,” tegas Wamen Alue Dohong.
Wamen Alue Dohong menyampaikan lebih lanjut bahwa sampah, menjadi salah satu sumber yang menyebabkan kondisi lingkungan menjadi menurun kualitasnya, bukan hanya karena secara estetika, tetapi lebih penting lagi, karena sampah merupakan salah satu sektor sumber emisi GRK yang berbahaya bagi kerusakan atmosfir yang akan memberikan dampak buruk pada kehidupan masyarakat.
Pada kegiatan puncak peringatan HPSN 2022 yang dilaksanakan hari ini menampilkan kisah sukses 6 (enam) ProKlim dalam pengelolaan lingkungan yaitu ProKlim Desa Wanagiri di Kabupaten Buleleng, ProKlim Desa Amahusu di Kota Ambon, ProKlim Keluarahan Lenteng Agung di Jakarta Selata Selatan, ProKlim Gunung Ibul Barat di Kota Prabumulih, ProKlim Desa Sepinggan di Kota Balikpapan dan ProKlim Lingkungan Lippu di Kabupaten Majene.
Wamen Alue Dohong juga melakukan dialog interaktif bersama 3 (tiga) perwakilan Desa ProKlim Lestari yaitu ProKlim Lestari Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar; ProKlim Lestari Desa Mukti Jaya, Kabupaten Rokan Hilir; dan ProKlim Lestari Desa Poleonro, Kabupaten Bone. Dialog ini membahas tentang upaya kongkrit yang telah dilakukan oleh ProKlim dalam mengelola sampah dan pengembangan ProKlim sehingga dapat mendukung kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan.
