Aparat Jaksel Cek Ribuan Hewan Kurban Antisipasi PMK

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku, mencatat hingga Senin (11/7) sebanyak 106.925 ekor ternak sembuh dari PMK. Foto: dok ipol.id

IPOL.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, jajaran Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, telah melakukan pemeriksaan kesehatan sebanyak 4.136 ekor hewan kurban. Pemeriksaan guna mengantisipasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kasudin KPKP Jakarta Selatan, Hasudungan A Sidabalok, mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim pemeriksa kesehatan di 10 kecamatan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Total sebanyak 43 tempat penampungan hewan kurban (TPnHK) tersebar di 10 kecamatan se-Jakarta Selatan telah disambangi oleh tim untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban,” kata Hasudungan kepada wartawan, Selasa (28/6).

Dia menjelaskan, hingga kini mereka telah memeriksa sebanyak 4.136 hewan kurban yang berada di 43 TPnHK se-Jakarta Selatan. Ribuan ekor hewan kurban yang diperiksa kesehatannya tersebut terdiri dari 1.672 sapi, 1.897 kambing, 609 domba dan 32 kerbau.

“Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan, umur dan tidak mengalami cacat. Kami bersyukur hingga saat ini tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut Kaki (PMK) dan ribuan hewan kurban memenuhi syarat yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menerapkan sistem kandang karantina terhadap hewan kurban yang datang dari luar Jakarta Selatan. Ini untuk memastikan hewan kurban sehat.

“Hewan kurban yang masuk ke wilayah Jaksel wajib menyertakan surat keterangan pemeriksaan hewan dari daerah asal dan beberapa hari lamanya menjalani proses karantina sebelum dimasukkan ke dalam tempat penampungan,” tukasnya.

Sementara, di wilayah Jakarta Timur, terkait penemuan dugaan 12 ekor sapi suspek gejala penyakit PMK di kawasan Pasar Rebo. Dua ekor sapi terindikasi terpapar dan sudah dalam penanganan medis dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Peternakan DKI Jakarta, Selasa (28/6).

Kini kondisi kedua ekor sapi sudah 80 persen membaik, bahkan siap untuk kembali dijual seusai kondisi hewan pulih seperti sedia kala.

Pengelola penjualan hewan kurban, Budi mengatakan, dua ekor sapi terindikasi terpapar telah di karantina. Keduanya dilakukan perawatan suplai obat dan vitamin oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Peternakan DKI Jakarta.

Sementara 12 ekor kambing yang sempat dikarantina karena sakit diduga akibat cuaca juga telah pulih. Namun untuk kambing-kambing itu oleh pemiliknya dibawa ke tempat jagal untuk dipotong.

Pedagang hewan kurban khawatir kambing itu dapat kembali sakit akibat tidak mampu beradaptasi dengan cuaca dari peternakannya di kawasan Yogyakarta. (ibl)

Artikulli paraprakWali Kota Pangkalpinang Apresiasi Telkom Dukung Pengembangan UMKM
Artikulli tjetërTersangka Korupsi KUR Mikro BRI Segera Dituntut di Pengadilan Tipikor Jakarta