Tujuh kelurahan terdampak yaitu Kelurahan Mancani, Kecamatan Tellu Wanua, Kelurahan Amassangan dan Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara, Kelurahan Surutanga, Kelurahan Salotellue, Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, dan Kelurahan Tamarundung, Wara Barat.
Dalam peristiwa banjir tersebut, merendam sebanyak 201 unit rumah warga dengan ketinggian muka air berkisar antara 50 hingga 70 sentimeter. Selain rumah warga, banjir juga berdampak pada 4 unit sekolah dasar.
Hujan disertai angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang dan sempat menutup akses Jalan Poros Palopo ke Tanah Toraja. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lapangan untuk membersihkan puing-puing pohon tumbang yang menutupi badan jalan.
Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Sabtu (13/8), banjir di beberapa titik terpantau sudah surut. Pada Minggu (14/8) ini, akses Jalan Poros Palopo ke Tanah Toraja yang sebelumnya sempat tertutup kini sudah dapat dilalui warga masyarakat. (Joesvicar Iqbal)
