Asisten pelatih ganda putra Aryono Miranat menyampaikan pendapatnya tentang hasil undian anak asuhnya itu. Ia menganggap ada untung dan rugi dengan hasil undian ini.
“Hari ini (17/8) pagi kita sudah latihan terakhir sebelum besok berangkat. Semua sudah siap baik fisik, teknik maupun mental. Kondisi anak-anak pun semua dalam kondisi baik. Untuk persiapan menghadapi lawan, biasanya kita akan evaluasi dan review nanti di sana pertandingannya,” ujar Aryono.
“Kalau lihat undian tiga pasangan kita ada di bagan atas, satu di bawah. Ada menguntungkannya, ada tidak menguntungkannya. Menguntungkannya, bila bertemu, kita sudah pasti ada wakil di babak-babak selanjutnya juga karena semua statusnya unggulan jadi mendapat bye di babak 64 besar. Tapi tidak menguntungkannya bertemu sesama di babak-babak awal membuat rugi karena satu pasangan akan tersingkir. Ada plus-minusnya,” lanjut Aryono.
Menjadi andalan untuk meraih gelar, menurut Aryono merupakan beban sekaligus motivasi bagi tim ganda putra. “Selama ini memang ganda putra menjadi andalan karena sudah berhasil di beberapa pertandingan. Itu memang menjadi beban juga tapi saya dan pelatih yang lain selalu menekankan kepada pemain-pemain, itu jangan jadi beban melainkan sebagai motivasi untuk lebih baik lagi,” tutup Aryono. (bam)
