Terjadinya lonjakan kasus positif sebagai akibat dari hadirnya sub varian baru seperti BA.4 dan BA.5 di tengah-tengah masyarakat.
Menkes menegaskan, meski Indonesia belum menghadapi gelombang baru COVID-19 karena proteksi dari antibodi masyarakat yang sudah meningkat menjadi 98,5 persen alias 2.000 unit per mili liter, tidak menutup kemungkinan kasus positif meledak sewaktu-waktu. Sebab mutasi virus akan terus terjadi.
“Bisa dikatakan, saat gelombang BA.4, BA.5 masuk, kita tidak terganggu sama sekali. Kasusnya sekarang ujiannya baru enam bulan lagi,” sebutnya.
Indonesia menjadi sedikit dari negara lain yang berhasil melampaui gelombang sub varian BA.4 dan BA.5. Dengan demikian, dia meminta agar semua bekerja sama agar Indonesia tak lagi menghadapi gelombang-gelombang COVID-19 selanjutnya.
Salah satu caranya adalah menjaga agar imunitas masyarakat tetap setinggi sekarang yang diimbangi dengan laju vaksinasi COVID-19 tetap gencar. “Jadi kejadian infeksi dapat ditekan,” tambahnya.
Bila Indonesia berhasil menjaga kondisi baik seperti sekarang, beber Budi, maka di masa depan Indonesia dapat menjadi salah satu negara terbaik yang mampu menangani pandemi 12 bulan berturut-turut. (ahmad)
