IPOL.ID – Permasalahan trotoar di DKI Jakarta masih banyak ditemui, seperti halnya trotoar disulap dijadikan tempat parkir liar bagi kendaraan roda dua dan empat. Tak hanya itu, pejalan kaki pun mengeluhkan tidak adanya zebra cross maupun rambu penunjuk arah hingga membingungkan bagi pejalan kaki itu sendiri.
Hal tersebut diutarakan dalam kegiatan Festival Trotoar di Taman Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (30/10). Setelah sebelumnya dilakukan Tour Trotoar (rute taman, transportasi dan bangunan) di kawasan Blok M, Mbloc Space, Kebayoran Baru dan diskusi Bincang Asik bertema “Trotoar Untuk Kota Berkelanjutan” di Taman Langsat.
Founder Komunitas Ayo ke Taman, Niken Prawestiti mengatakan, mengawali kegiatan Festival Trotoar yang dimulai dari tour di Mbloc Space menyusuri tempat-tempat yang ada di sekitar Blok M, dia sendiri menjelajahi dari taman ke taman. Jadi mulai Taman Literasi, Sepeda, Ayodia dan Langsat.
“Nah kita mengamati karena kawasan Blok M saat ini dan pertama kalinya revitalisasi trotoar di Jakarta dilakukan jadi kita bisa tahu seperti apa,” kata Niken dikonfirmasi ipol.id, Minggu (30/10) siang.