Kemudian ada juga beberapa trotoar yang sebenarnya difungsikan sebagai trotoar tapi difungsikan sebagai parkiran mobil di kawasan Melawai, Kebayoran Baru. “Kan, harusnya trotoar untuk pejalan kaki, di Melawai trotoar jadi tempat parkir liar,” tegas Niken.
Dalam kegiatan itu, para pejalan kaki maupun disabikitas juga mengunjungi transportasi publik, taman-taman, bangunan bersejarah yang ada ada di kawasan Blok M. Mereka pun melanjutkannya dengan sesi saling bertukar pengalaman.
Dalam diskusi Bincang Asik, tiga kelompok tur trotoar yakni kelompok transportasi, taman dan bangunan. Di antaranya dari kelompok Tim Taman, Bobi menyampaikan, dia melihat fungsi resapan air di taman, banyak belum tahu taman hingga sampai di Taman Langsat ini. “Catatan, banyak zebra cross tidak tersedia dan itu berbahaya bagi pejalan kaki. Kemudian landing dari trotoarnya juga kurang landai, banyak yang membahayakan bagi penyandang disabilitas,” kata Bobi salah satu peserta.
Kelompok Tim Bangunan, Riva juga mengungkapkan, banyak trotoar digunakan untuk parkir kendaraan mobil dan motor kemudian digunakan untuk berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL). “Ini sangat bersinggungan dengan para pejalan kaki,” keluhnya.