Beberapa fungsi trotoar disalahgunakan, sambungnya, tentu belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan kelompok disabilitas.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Kemitraan Kota Hijau, Nirwono Joga mengatakan, salah satu upaya menghidupkan Taman Kota yang jumlahnya bisa 2.000 lebih taman. Jika berjalan kaki 10 menit ke taman, menurutnya, tidak akan terwujud kalau tidak ada trotoar.
“Tapi kota kita sendiri tidak mendorong pejalan kaki. Syukur kota di Indonesia menyediakan itu,” ujar Nirwono.
Sehingga, sambung dia, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan oleh Pemda DKI. Pertama, Dinas Bina Marga DKI Jakarta selain terus membangun trotoar juga harus rajin merawat dan memelihara trotoar yang sudah terbangun. Sehingga kualitasnya tetap terjaga baik.
“Selain itu perlu dilakukan evaluasi dan penyempurnaan trotoar, penghubung, ramp, sehingga bisa diakses warga disabilitas,” tukas Nirwono.
Kedua, Dinas Bina Marga DKI juga perlu mempercepat pemindahan seluruh sarana jaringan utilitas terpadu ke bawah tanah. Sehingga tidak ada kabel yang bergelantungan di atas, tiang-tiang penyangga kabel yang menutupi trotoar.