Haedar berharap semangat kerumunan ini dihidupkan kembali untuk membesarkan dakwah dan amal usaha Muhammadiyah. Selain itu, setiap anggota Persyarikatan diharapkan mengubah pendekatan dakwahnya agar dakwah Muhammadiyah masuk, melekat dan diterima di semua segmen lapisan masyarakat. Untuk keperluan ini, strategi kebudayaan dan peta jalan (road map) perlu dirumuskan oleh majelis yang bersangkutan.
“Pemetaan dan reaktualisasi gerakan sangatlah penting untuk mengakselerasikan penyebarluasan pandangan dan perwujudan Islam Berkemajuan, sekaligus menghadirkan dakwah dan tajdid Muhammadiyah yang aktual-kontekstual,” jelasnya.
Keempat, Mengembangkan AUM Unggulan dan Kekuatan Ekonomi
Sebagai ciri Muhammadiyah, amal usaha dianggap perlu membangun peta jalan untuk memajukan keunggulan dan kualitas setiap AUM. Dalam bidang ekonomi, Muhammadiyah diharapkan menjadi pelaku yang turun ke lapangan dan bukan sekadar menjadi pengamat.
Dalam lima tahun ke depan, Muhammadiyah diharapkan mengembangkan berbagai pemberdayaan, bisnis dan ekonomi luring/online Muhammadiyah maupun UMKM secara lebih gigih, masif, dan tersistem. Pada saat yang sama bisnis berskala menengah ke atas mulai digarap dan dikembangkan, dengan dikoneksikan dengan unit-unit usaha di berbagai amal usaha Muhammadiyah yang ada.

