“Dan penyaringan jauh dari demokrasi reformasi, yaitu hanya bertujuan untuk menjaga dan melindungi kelompoknya yang sudah merasa nyaman dan bercokol dari periode ke periode, dan bertujuan untuk menjegal peserta di luar kelompoknya juga sistem transparasi serta akuntabilitas dalam penggunaan anggaran tidak mereka jalankan bahkan yang selalu dikambinghitamkan adalah para KONIDA dan Cabor,” tandanya.
“Jadi untuk saya, tentunya masih harus melihat dan mempertimbangkan para calon lain yang visi dan misinya sesuai harapan masyarakat olahraga di Jawa Barat,” sambungnya.(bam)
