“Setiap kelurahan yang berada di kawasan rawan banjir diberikan alat seperti perahu, ring buoys, jaket pelampung, dan lain-lain,” urainya.
Lebih jauh lagi, Michael mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan kesiapan posko penanganan bencana dan lokasi-lokasi pengungsian yang ada di tingkat Kota/Kabupaten, kecamatan, dan kelurahan yang ada di Ibu Kota untuk siaga dan diaktifkan saat terjadi bencana.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menuturkan, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga tahun 2023. Bahkan puncaknya diperkirakan akan terjadi bulan Januari-Februari 2023.
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada warga untuk bersiap siaga. Ia meminta agar warga DKI juga melakukan tips-tips yang diberikan BPBD untuk mengantisipasi bencana tersebut.
“Siapkan perlindungan diri bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan, seperti membawa payung, jaket, topi, ataupun jas hujan,” ujar Isnawa dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (11/11). (Peri)
