“Mereka bermain bagus. Pertahanannya begitu rapat dan susah ditembus. Selain itu, serangan lawan juga lebih tajam. Berkali-kali kami serang, tetapi tidak tembus juga,” sebut Hendra.
Dituturkan oleh Hendra, sebaliknya, saat dia dan Ahsan diserang, pada awalnya bisa bertahan. Tetapi lama-lama, pengembaliannya jadi tanggung dan makin mendapat serangan lebih tajam lagi.
“Kami sudah berusaha, namun belum menang. Mereka bermain demikian cepat. Kami jadi sering keserang. Memang di gim kedua bisa mengimbangi dan menang,” ucap Ahssn.
“Tetapi, pertahanan lawan juga sangat kuat. Rasanya tidak ada celah untuk ditembus. Saat bola kita angkat, pasti akan langsung diserang,” tambahnya.
Menurut Hendra, peta persaingan sektor ganda putra dunia saat ini juga makin sengit. Tidak mudah baginya untuk bisa mempertahankan dominasinya seperti dulu lagi.
“Kini, semua pasangan memiliki peluang yang sama untuk bisa jadi juara,” ujar Hendra.
Setelah kegagalan ini, baik Hendra maupun Ahsan akan mengarahkan fokus ke turnamen selanjutnya. Yaitu, India Terbuka di New Delhi dan Daihatsu Indonesia Masters di Jakarta, pekan depan.
