Nova menyampaikan bahwa hasil verifikasi data, pihaknya menemukan bahwa sebagian warga tersebut memiliki kendaraan sepeda motor, dan kebanyakan warga mengkonsumsi air mineral isi ulang dengan biaya Rp.6000/tiga hari sekali.
“Ironisnya ada masyarakat yang terdata sebagai miskin ekstrem, ternyata mengkonsumsi rokok sebanyak 2-3 bungkus sehari,” katanya.
Lebih lanjut Nova mengatakan, ia bersama timnya juga mengidentifikasi bahwa dari 25 KK yang terdata sebagai miskin ekstrem, hampir semua merupakan warga penerima aktif bantuan sosial dari pemerintah.
“Kalau tidak salah Pemprov DKI Jakarta, dalam rilis pers, menyebutkan adanya 16 jenis bantuan sosial kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang telah menyerap anggaran Rp.17,18 triliun. Nah, ini anggaran yang sangat besar. Nah, data kemiskinan ekstrem dari BPS perlu diuji lagi supaya bantuan sosial tepat sasaran,” katanya.
Nova mengungkapkan, ada 6 KK penerima 3 jenis bantuan sosial dari Pemprov DKI Jakarta. Penerima 2 jenis bantuan sosial berjumlah 6 KK, dan ada 8 KK yang menerima 1 jenis bantuan sosial dari pemerintah. Tercatat hanya 5 KK yang tidak menerima bantuan sosial.
