Setelah mengunjungi padepokan pencak silat, rombongan tim CdM juga merapat ke padepokan voli di Sentul, Bogor. Di sana Ibnu juga melihat para atlet voli putra dan putri berlatih keras.
Dalam kunjungan itu Ibnu disambut jajaran pelatih dan manager tim voli. “Tim putri kami sudah lengkap. Sedangkan putra masih menunggu dua atlet lagi untuk bergabung secepatnya. Ada yang masih berkompetisi di Jepang dan ada yang masih mengurus terkait pekerjaan yang penting,” kata Raditya, salah satu perwakilan tim manager.
Di SEA Games Kamboja, kata Raditya, tim putri 70 persen merupakan pemain muda potensial Indonesia. Tim putri hanya menyisakan beberapa pemain senior yang mengikuti SEA Games Vietnam lalu.
Di antaranya adalah Yulis Indahyani dan Wilda Siti Nur Fadilah. “Tim putri menargetkan perak. Kami harus bisa mengalahkan Vietnam. Nah, jika ingin mengalahkan Vietnam, kami harus meracik ulang komposisi tim ini dengan banyak diisi pemain muda,” kata Raditya.
Selain Vietnam, tim terberat lainnya adalah Thailand. “Tapi kami tak ingin kalah sebelum bertanding. Dan mudah-mudahan tim ini bisa memberikan kejutan dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Raditya yang mewakili manager tim voli Loudryans Arison Maspaitella.
