“Ini kan baru kita periksa, kita belum tahu. Tapi wujud luar (jenazah), itu cukup bagus artinya tanpa ada kekerasan yang menimbulkan perlukaan di luar. Tidak ada,” tegas Hariyanto.
Sebelumnya, aparat kepolisian menyebut pelaku penembakan di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat tewas saat diperiksa dokter di Puskesmas Menteng, Jakarta Pusat. Polisi belum dapat pastikan penyebab tewasnya pelaku yang diketahui bernama Mustofa.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku merupakan warga Desa Sukajaya, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.
Pelaku berusia 60 tahun. Kelahiran Sukajaya pada 9 April 1963. Dan berprofesi sebagai petani atau pekebun.
Dalam aksinya, pelaku menyatroni kantor MUI Jakarta Pusat saat sedang diadakan halalbihalal di lokasi kejadian. Dalam peristiwa penembakan tersebut, dilaporkan tiga orang pegawai setempat terluka dan terdapat kaca yang pecah di lokasi kejadian. (Joesvicar Iqbal)
