Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: 5 Nama Mafia Pengirim Pekerja Migran Ilegal Diserahkan BP2MI ke Mahfud MD
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Hukum > 5 Nama Mafia Pengirim Pekerja Migran Ilegal Diserahkan BP2MI ke Mahfud MD
Hukum

5 Nama Mafia Pengirim Pekerja Migran Ilegal Diserahkan BP2MI ke Mahfud MD

Farih
Farih Published 01 Jun 2023, 23:20
Share
3 Min Read
835f5d5a dec2 4346 abe3 5f2eafc10e3d
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani (mengenakan jaket). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
SHARE

IPOL.ID – Lima nama mafia pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal diserahkan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kepada Menkopolhukam Mahfud MD.

Kelima nama bos mafia itu diduga terlibat atas pengiriman ribuan PMI ilegal dari Batam ke Malaysia melalui jalur laut selama ini belum tersentuh aparat penegak hukum Indonesia.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengungkapkan, penyerahan lima nama mafia dilakukan saat rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara untuk membahas kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Lima nama bandar yang selama ini menempatkan pekerja migran dari Batam, sudah kita serahkan ke Pak Mahfud. Tinggal penegakan hukumnya, mau enggak,” beber Benny pada wartawan di Jakarta Timur, Kamis (1/6) siang.

BP2MI menyatakan lima nama mafia tersebut merupakan hasil penelusuran dari kasus-kasus pengiriman PMI ilegal yang dalam beberapa tahun terakhir mereka gagalkan.

Menurut BP2MI, proses hukum kasus TPPO yang mengakibatkan ribuan PMI ilegal luka berat bahkan ada sampai meninggal dunia lantaran disiksa di negara tempat kerjanya.

Sejauh ini, para pelaku yang diringkus aparat penegak hukum hanya di tingkat calo atau ikan teri. Sedangkan bos mafia tidak tersentuh sehingga kasus TPPO PMI ilegal terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Nama-nama itu sudah kita serahkan bersamaan dengan (bukti) dokumen manifes (PMI ilegal). Jadi kalau lewat laut itu ada dokumen manifes nama-nama penumpang,” ungkap Benny.

Berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, sambung Benny, kelima nama mafia pelaku pengiriman PMI ilegal tidak tersentuh hukum. Karena dilindungi oknum petugas yang memiliki kekuasaan.

Baik oknum aparat Polri, TNI, pegawai Kementerian dan Lembaga terlibat dalam prosedur pengiriman PMI ilegal, hingga petugas BP2MI sendiri yang mendapat untung dari bisnis TPPO PMI.

“Delapan bulan lalu saya memecat Aparatur Sipil Negara (ASN) BP2MI yang terlibat penempatan (PMI) ilegal. Kita enggak mau menuduh oknum brengsek di luar kemudian melindungi oknum brengsek di dalam,” tegasnya.

Benny berharap lima nama mafia diserahkan dalam rapat di Istana Negara yang dihadiri Kapolri, Panglima TNI, Mendagri, dan petinggi negara lainnya agar dapat diusut tuntas.

Alasannya meski kerap menggagalkan pengiriman PMI ilegal BP2MI tidak berwenang untuk melakukan proses hukum penyidikan dan penuntutan kepada para pelaku TPPO.

“Kemarin Presiden memutuskan restrukturisasi Gugus Tugas (TPPO PMI). Menunjuk bapak Kapolri sebagai ketua harian. Mudah-mudahan pemberantasan TPPO terus dilakukan,” harap Benny.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan siap menindaklanjuti perintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani dengan cepat masalah tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sebagai langkah awal yang diambil adalah melakukan pemetaan (mapping) kemudian ditindaklanjuti dengan penindakan.

“Saya kira perintah Presiden RI terkait TPPO akan segera kami tindaklanjuti dengan mengambil langkah pemetaan dan penindakan,” tegas Jenderal Sigit di acara Rakernis Divisi Hubinter Polri di Serpong Tangerang, Banten, Rabu (31/5) siang.

Menurut Kapolri, pihaknya bakal menindak tegas siapapun yang terlibat dalam TPPO. Saat ini kata dia, tim sedang mempersiapkan diri untuk bekerja.

“Sesuai dengan komitmen, kami akan tindak siapapun yang terlibat,” tukas Sigit. (Joesvicar Iqbal)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: BP2MI, Mahfud MD, pekerja migran
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 7d2ad6ba b1ad 4409 b363 8dfc7d5d33ba Peringati Hari Lahir Pancasila, Wakil Jaksa Agung: Gotong Royong Membangun Peradaban Bangsa
Next Article hendardi SETARA Institute: Berbagai Kasus Intoleransi, Pancasila Sering Dikalahkan

TERPOPULER

TERPOPULER
Persib. Foto: ileague
Olahraga

Persib Siapkan Skuad Gemuk Hadapi 4 Kompetisi Musim Depan

Nusantara
Viral! Nenek Minta Tebusan Rp1 Juta untuk Kembalikan Dompet Temuan di Sragen
09 Jun 2026, 16:51
Politik
Warga Sudah Mau Pilah Sampah, DPRD DKI Minta Pemerintah Bergerak Lebih Cepat
09 Jun 2026, 16:33
Jakarta Raya
Lurah Sukapura Akan Mediasi Polemik Pengurukan Lahan yang Picu Genangan
09 Jun 2026, 17:21
Ekonomi
Hai Sawit dan BPDP Resmi Buka POCE JOBFAIR 2026, Hadirkan Ribuan Peluang Karier
09 Jun 2026, 18:29
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?