“Pendingin udara di Mina juga kurang dingin. Itu sudah 25 tahun belum diganti. Bhakan, ada satu maktab di mana saluran air kotorannya (najis) bocor,” sambungnya.
Malaysia, kata Syed Saleh, setuju bahwa persoalan yang terjadi di Armina tidak bisa dibiarkan. Untuk itu, protes atau komplain dari masing-masing pihak harus disampaikan. “Kita lakukan upaya diplomatik. Menteri kita sudah sampaikan ke Menteri Tawfiq pada 12 Zulhijah. Kita sedang himpun data untuk sampaikan komplain secara formal,” ujarnya.
Selain Mashariq, Syed Saleh melihat Kementerian Haji dan Umrah Saudi juga harus ikut menyelesaikan masalah di Armina, utamanya yang berkenaan dengan ketersediaan ruang yang cukup. Selain itu, Kidana juga bertanggung jawab dari sisi penyiapan tenda dan air. Sementara Mashariq, bertanggung jawab dalam penyediaan sarana transportasi, konsumsi, dan juga kebersihan.
“Kita sedang memikirkan hal terbaik untuk bicara dengan Kemenhaj dan Mashariq. Selanjutnya, akan kita susuli dengan komplain resmi (tertulis),” jelas Syed Saleh.
