Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron lewat keterangan tertulisnya, menyebut tantangan Pemilu 2024 adalah masih adanya praktik politik transaksional. “Adanya jual beli kursi pencalonan dan suara pemilih masih dominan. Politik dibuat sangat mahal,” ujarnya.
Praktik politik transaksional itu, kata dia, membuka pemilu menjadi tidak berintegritas. Pada akhirnya, pemimpin yang terpilih adalah orang-orang yang berpotensi melakukan korupsi ketika menjabat. (Sofian)
