“Hasil yang cukup baik meski tidak sempurna. Jon tampil konsisten dan menunjukkan kemampuannya sehingga bisa mempertahankan gelar. Di sisi lain, kami harus mengakui Chan Sala memang tampil lebih baik daripada Ilham. Tapi, itulah tinju, itulah olahraga. Ada waktunya menang dan ada waktunya belajar. Saya harap Ilham bisa belajar dari hasil ini dan menjadi lebih kuat lagi,” ujarnya setelah pertandingan.
Sim juga memberi catatan khusus untuk penampilan luar biasa yang ditunjukkan Emanuel. Petinju binaan Dirgantara Boxing Camp ini tampil luar biasa dengan pukulan kerasnya sehingga memaksa wasit Phanu Kusolwong menghentikan pertarungan pada ronde ketiga.
“Eman tampil luar biasa dengan pukulan kerasnya. Setelah dua pertarungan non-gelar sebagai pemanasan, Eman terlihat siap untuk pertarungan yang lebih besar. Kami sudah memiliki rencana dan saat ini kami masih mencari kemungkinan terbaik untuk Eman,” kata Sim lagi.
Tampil dalam partai utama, Jon tampil dominan dan mendikte ritme pertarungan sejak awal. Setelah penjajakan di ronde pertama, petinju asal Malaka, NTT, ini langsung menekan lawan di ronde kedua. Jon berhasil mendaratkan pukulan telak di kepala Woraweth.

