Mukroni menjelaskan, akibat harga beras medium di atas Rp11 ribu per kilogram, sejak pertengahan Agustus 2023 lalu, para pedagang Warteg terpaksa mengurangi porsi nasi untuk pelanggan.
Dari yang biasanya untuk satu kali memasak beras dapat disajikan menjadi untuk sembilan porsi pelanggan, kini dikurangi menjadi untuk 10 hingga 11 porsi pelanggan.
Menurutnya, solusi itu dianggap lebih baik dibandingkan harus menaikkan harga menu yang dikhawatirkan bakal membuat para pelanggan dari kelas menengah ke bawah ‘kabur’.
“Alhamdulillah belum kedengaran komplain (pelanggan porsi nasi dikurangi). (Kenaikan) harga beras, minyak dan telur, setiap keluarga tahu, jadi dimaklumi porsi nasi agak sedikit,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
