Icuk juga mengingatkan, agar pemerintah melalui Menpora mengeluarkan dana pembinaan atlet tepat sasaran pada cabang – cabang olahraga. Bukan pada beberapa Universitas yang dianggap mampu meningkatkan prestasi atlet lewat jalur Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) mencapai puluhan miliar rupiah.
Dengan gagalnya kontingen Indonesia masuk peringkat 12 dengan target 12 medali emas, maka DBON harus dievaluasi lagi lebih detail manfaatnya bagi pembinaan prestasi atlet masuk peringkat 10 di Olimpiade tahun 2045 mendatang.
Pasalnya, pembinaan atlet dari negara lain dari waktu ke waktu juga cukup signifikan untuk meningkatkan prestasi atletnya ke pentas dunia. Dengan begitu, Menpora harus serius dan tidak sekedar percaya pada para pembisiknya. Bila perlu tahun – tahun mendatang pemerintah menjadikan Kemenpora sebuah Departemen olahraga yang dipimpin para mantan atlet dan tekhnokrat olahraga. Dengan harapan tidak ada lagi kaum pembisik yang membuat analisa yang menyimpang. (bam)
Klasemen 15 Besar Asian Games XIX
