Pada kelas pertama adalah kelas urban motor listrik, di mana mereka akan berlaga dengan Nogogeni VIII Evo. Sementara kelas kedua adalah kelas urban mesin pembakaran dalam etanol, dengan mobil Nogogeni VI sebagai perwakilan. Keikutsertaan tim Nogogeni ITS ini membuktikan komitmen mereka untuk memberikan penampilan terbaiknya dan mengukir prestasi gemilang bagi institusi.
Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS tersebut menerangkan, tim riset ini telah mempersiapkan kedua mobil ini sejak bulan Januari 2023. Berbagai perkembangan telah dilakukan berdasarkan evaluasi dari mobil-mobil sebelumnya agar mencapai efisiensi yang lebih baik lagi. “Banyak usaha dan inovasi terbaik untuk siap berlaga di JIEC nanti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, perkembangan inovasi yang dilakukan pada Nogogeni VIII Evo terletak pada sistem kontrol yang lebih dioptimalkan sehingga lebih baik di setiap putaran motornya. Selain itu, mobil ini juga memiliki sistem pendorong yang dilengkapi dengan clutch yang memungkinkan mobil memutus daya dari motor ke roda secara langsung.
