“Saya berharap melalui ini semua, Kemenpora bisa menjadi orkestrator program dan kegiatan kepemudaan baik dari kementerian hingga kedinasan terkait. Selain itu kita harus proaktif menginisiasi kolaborasi multi-pihak dengan organisasi non pemerintah, maupun swasta untuk membangun penerus bangsa,” jelas Menpora Dito.
Lebih lanjut, Menpora Dito mengajak seluruh stakeholder untuk bergotong royong menjelang Peringatan Hari Sumpah Pemuda. Misalnya adalah membuat gerakan kepemudaan, baik ditingkat pusat maupun daerah secara partisipatif, kolaboratif, dan inklusif.
“Saya ingin segala kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini tak lagi berorientasi pada mengenang kejayaan masa lalu saja, tetapi saya harap Hari Sumpah Pemuda bisa diisi dengan program-program yang berorientasi pada masa depan,” tutur Menpora Dito.
“Nilai-nilai gotong royong dan tolong menolong harus tetap dilestarikan dan dijadikan sebagai fondasi character building. Gotong royong dan tolong menolong adalah kekuatan super untuk kita menjadikan bangsa yang maju,” tambah Menpora Dito.
