Dia memaparkan, pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari usia dini hingga usia remaja. Pembinaan di usia dini (U-10) berfokus pada pengembangan keterampilan dasar. Sementara di usia remaja (U-12 sampai U-17) anak-anak mulai dilatih untuk fokus pada pengembangan taktik dan fisik.
Pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia juga perlu dilakukan secara komprehensif, tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga aspek taktik, fisik, mental, dan psikologis. “Selain itu, pembinaan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan, sehingga bibit-bibit unggul yang muncul bisa terus berkembang dan meningkatkan kemampuannya,” paparnya.
Di samping pembinaan, Surono menambahkan, kompetisi sepak bola usia muda juga sangat penting untuk meningkatkan kualitas pemain. Kompetisi harus kompetitif dan memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan pemain.
“Pada usia 10-12 tahun, kompetisi harus bersifat rekreasional dan menyenangkan. Kompetisi harus mendorong pemain untuk bermain sepak bola dengan semangat dan motivasi yang tinggi,” ujarnya.
