“Ini suara saya sampai habis, karena teriak-teriak saat kejadian agar isteri dan anak keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujar bapak dua anak itu.
Menurutnya, kejadian longsor dan tembok pembatas TPU Cibubur II itu baru kali pertama. Terlebih dia baru mengalaminya saat puluhan makam semuanya terendem genangan dari luapan Kali Gede.
“Itu Kali Gede juga sedang ada perbaikan turap sepanjang lebih dari 30 meter. Kalau tembok pembatas TPU Cibubur II baru 1 tahun dibangun dan roboh,” ungkap dia.
Sementara, Nurjali menambahkan, setelah terdampak dari kejadian tembok roboh itu dia menginginkan adanya ganti rugi dari pihak terkait.
“Karena pagar rumah saya jadi retak akibat tertimpa tembok pembatas TPU Cibubur yang roboh akibat longsor, mana tembok baru dibangun lagi,” tandasnya. (Joesvicar Iqbal)

