“Dulu kita untuk mendapatkan informasi harus pergi mengantri di sebuah tempat bahkan untuk belajar sebuah bahasa saja kita bawa kamus besar dan berat di tas kita. Sekarang semua cukup bawa handphone atau gadget, semua ada disana,” beber Osco.
Sehingga Osco berharap gen Z seterusnya dapat memaksimalkan dan mengembangkan potensi diri sehingga dapat bersaing dengan gen Z global lainnya.
Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman periode 2017-2020 itu juga membagikan pengalaman hidup bersekolah dan bekerja di Jerman. Osco yang menyelesaikan pendidikan sampai S2/Master of Science ini ternyata lulusan tercepat di Jerman. Dia lulus program Sarjana S1/Bachelor of Science-nya hanya dalam waktu 2 tahun, 3 bulan.
Dia menyampaikan bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan sama. Bukan berarti bangsa Eropa lebih pintar dari bangsa Indonesia.
“Kunci untuk memajukan bangsa kita menjadi Indonesia yang maju adalah revolusi mental. Anak muda kita harus percaya diri. Bayangkan jika dengan diri kita sendiri kita tidak percaya, lantas dengan siapa lagi kita harus percaya?” ucap Osco.
