“Range suhu bisa diatur pengguna, saat suhu sekitar yang terdeteksi oleh Thermostat Temperature Sensor melebihi range suhu yang telah diatur, maka Cooling Fan akan aktif untuk menurunkan suhu didalam jaket. Dalam keadaan sebaliknya jika suhu sekitar kurang dari range suhu yang telah diatur, maka Heater Pad Electric akan aktif untuk menghangatkan tubuh pengguna jaket,”paparnya.
Sementara Yogi menjelaskan pendeteksian suhu sekitar menggunakan empat buah sensor LDR. Empat pin sensor tersebut akan timbul atau keluar dari jaket sehingga pendeteksi suhu dapat lebih maksimal.
“Media penghangat diletakkan pada bagian perut dan punggung pengguna untuk memberikan thermal comfort secara maksimal,”katanya.
ACO Jaket dibuat menggunakan bahan kain lapisan terluar Puma Scott sehingga jaket terlihat keren dan mewah. Pada lapisan terdalam kain menyelimuti case elektronis yang dapat dilepas untuk proses perbaikan dan dicuci. Dengan begitu, rangkaian elektronis tetap aman saat jaket dicuci.
Genesis Junior Sumlang menambahkan pengembangan ACO Jacket berawal dari cuaca yang tidak menentu dan peningkatan suhu di Indonesia. Melihat kondisi tersebut, mereka mengembangkan sistem pendingin dan penghangat yang diimplementasikan pada pakaian yang menjadi pakaian sekunder yaitu jaket.
