Di sisi lain, laju penurunan muka tanah di Jakarta telah mencapai 5-12 cm per tahun di beberapa tempat selama tiga dekade terakhir.
“Ini menyebabkan akumulasi permukaan air laut yang lebih besar, yang menyebabkan daratan membanjiri Jakarta,” sambungnya.
Tigor juga menyebutkan, untuk mengatasi banjir juga diperlukan penambahan pompa serta rekaya buka tutup pintu air.
“Tapi yang penting ada upaya nyata yang dilakukan, Sodetan Ciliwung beres, perbaikan drainase dilakukan, tambah pompa dan yang lainnya. Political will kepala daerah untuk menyelesaikan banjir itu ada dan nyata,” pungkas ketua Forum Warga Kota Jakarta itu.(Sofian)

