Namun, untuk meningkatkan kinerja, produktivitas dan dahya saing UMKM dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Untuk itu, Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung UMKM dengan menggunakan berbagai tools yang dimiliki. Baik yang berasal dari instrumen perpajakan maupun instrumen belanja negara yang berasal dari APBN dengan berbelanja produk dalam negeri, terutama produk UMKM.
“Program UMKM itu dilakukan oleh hampir semua Kementerian/Lembaga di Indonesia, pemerintah daerah, juga institusi termasuk BUMDes dan BUMN seperti bank BRI,” ujarnya.
Terakhir, Menkeu juga menghimbau kepada Kementerian/Lembaga terkait untuk dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mempermudah akses pembiayaan bagi UMKM, agar UMKM dapat tumbuh lebih kuat, semakin berkembang dan naik kelas sehingga dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita perlu untuk terus memperbaiki dan menajamkan berbagai policy dan juga instrumen serta intervensi yang kita miliki. Kalau kita terus bersinergi bekerja sama, saya yakin bahwa kita akan mampu terus menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi, namun makin inklusif, di mana kita akan terus memperbaiki dari sisi kesejahteraan dan pemerataan, terutama UMKM secara lebih cepat dan lebih kuat,” pungkas Sri Mulyani. (ahmad)

