Dengan adanya program ini, diharapkan produksi jagung dapat meningkat dan memberikan manfaat ekonomi yang baik bagi masyarakat Desa Embalut, khususnya kelompok tani yang menggarap lahan tersebut. Program ini juga mendukung ‘revolusi jagung’ yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebelumnya.
“Kami berterima kasih kepada bupati atas alokasi lahan tersebut. Dulu, sulit menjual jagung karena tidak adanya pasar. Namun, sekarang sudah ada permintaan yang cukup besar,” tutur Yahya, mengakhiri wawancaranya dengan penuh harapan.
Dengan semangat dan kerja keras, Desa Embalut bertransformasi menjadi contoh nyata dari bagaimana lahan yang telah kehilangan kekayaan alamnya dapat kembali hidup dan memberikan kekayaan baru bagi masyarakatnya. (adv)

