Mulyanto menyebut puncak harga minyak WTI di bulan April 2024 terjadi pada tanggal 5 April 2024 sebesar USD87 per barel. Namun setelah itu secara fluktuatif harga minyak mentah ini terus turun mencapai sebesar USD82.9 per barel kemarin 17 April 2024. Artinya harga minyak mentah dunia ini sudah mendekati asumsi makro ICP APBN 2024.
“Mudah-mudahan tren ini berlanjut, menuju angka di bawah USD70 per barel,” tambah Mulyanto.
Selain itu, menurut Mulyanto, cadangan migas nasional ke depan juga cukup. mencapai lebih dari 30 hari.
“Jadi kita tidak terlalu kesusu mengambil keputusan terkait dengan impor migas ini,” katanya.
Untuk diketahui serangan Iran ke Israel membuat ketegangan di Timur Tengah meningkat. Hal ini juga dikhawatirkan akan membuat harga minyak dunia naik akibat dari gangguan pasokan global.
Serangan Iran ini secara langsung akan meningkatkan kemungkinan konflik tersebut dan dapat mengganggu pengiriman rantai pasok global melalui Selat Hormuz. Pasalnya, jalur perairan sempit di perbatasan selatan negara itu, yang dilalui lebih dari seperempat perdagangan minyak maritim global termasuk minyak mentah dan produk minyak seperti bensin, sangat strategis bagi perdagangan migas internasional.(sofian)
