“Berdasar tahun-tahun sebelumnya untuk di Kalimalang titik yang padat (arus lalu lintas), krusial pertama di simpang Jalan Raden Inten, kedua di Jalan Haji Naman,” ungkapnya.
Wakasat Lantas Sunaryo menjelaskan, kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Kalimalang yang jadi jalur arteri menuju Jawa umumnya terjadi pada malam hari, atau selepas waktu berbuka puasa.
Para pemudik memilih berangkat pada malam hari atau selepas berbuka puasa untuk menghindari cuaca panas, dan kemacetan dalam perjalanan menuju kampung halaman.
Berdasar catatan jajaran Satlantas Jakarta Timur pada pos pelayanan mudik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, hingga Jumat (5/4) malam volume kendaraan sudah meningkat hingga 40 persen.
“Untuk Kalimalang dari tahun ke tahun (setiap mudik) jalur favorit pengendara roda dua. Terlihat dari pengendara membawa barang, berboncengan di depan dan belakang,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan Sunaryo, Satlantas Jakarta Timur membentuk Tim Urai untuk mengatasi kemacetan di Jalan Raya Kalimalang, Kecamatan Duren Sawit saat mudik Lebaran.