Selanjutnya, kondisi sarana dan fasilitas (sarfas) lembaga penyalur BBM dan LPG di daerah rawan terdampak bencana alam dalam kondisi aman, serta dapat beroperasi dengan baik. “Untuk mengantisipasi area sarfas dari dampak bencana yang lebih besar, maka petugas perlu disiagakan serta memonitor agar kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM dan LPG selama RAFI berjalan dengan lancer,” pungkas Erika.
Dalam kesempatan ini, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Santoso, mengatakan pihaknya senantiasa memenuhi kebutuhan BBM untuk para pemudik pada masa libur Lebaran 2024. Pertamina Patra Niaga juga siaga menjamin kebutuhan BBM selama puncak arus mudik Lebaran 2024 yang terjadi pada 5-7 April dan puncak arus balik Lebaran 2024 pada 15 April.
Sedangkan Vice President Pengendalian Operasi Sistem Ketenagalistrikan PT. PLN Nurdin Pabi menyampaikan, saat ini terdapat 1.299 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mayoritas terletak di jalur mudik. Selama RAFI 2024, transaksi di SPKLU mencapai 11.000 atau 5 kali lipat dibandingkan transaksi tahun 2023 sebanyak 2.200 transaksi.